Pamit
Kepada malam yang semakin sunyi,
Kepada waktu yang tak pernah berhenti.
Apa kabar, kamu?
Apakah rindu yang ku ceritakan pada angin berhembus ke dalam
dinding hatimu?
Apakah ucapan selamat pagi yang ku tuliskan di indah
cerahnya langit pagi ini, terbaca oleh mu?
Apakah tiap doa yang ku titipkan pada Tuhan, telah kau
terima dengan selamat sentausa?
Apa kabar, kamu?
Kabarku?
Hari ku baik, hari ku penuh!
Penuh dengan untaian rindu akan gelak tawa mu,
Penuh dengan bayang senyum mu yang membentuk simpul indah di
ujung pipi mu,
Penuh dengan kamu yang menyita tiap detik waktuku, haaahhh,
biarkan aku menghela nafas sejenak.
Iya aku tau,
Aku tau, salah ku yang menunggu
Salah ku yang memilih tinggal dan tak berlalu
Salahku yang memohon agar waktu membantuku berlari mengejar
mu
Dan dalam harapku,
kelak kamu akan kembali mengisi ruang hatiku yang kamu
tinggalkan tempo hari..
Namun..
kurasa kini,
waktu telah
menggenggam hatiku..
Mengajakku untuk berlalu,
Melewatkan mu dan sebongkah hati yang kamu bawa lari
Aku pamit undur diri, pada mu, pada waktu, dan pada rindu.
- ___________________
Malang, 1 Februari 2018

Comments
Post a Comment