Cepot dan Pinokio

Seperti yang kalian ketahui, Cepot adalah tokoh wayang yang berasal dari barat pulau Jawa, Indonesia. Karakternya yang riang dan penuh tawa terlukis di wajah merahnya. Namun di cerita ini Cepot bukanlah laki laki, melainkan perempuan. Perempuan yang masih remaja lebih tepatnya. Bisa dibilang Cepot yang ini tak jauh berbeda dengan tokoh wayang Jawa Barat tersebut. Ia suka lelucon dan tertawa. Baginya hidup adalah pemberian yang terindah dari Sang Pencipta, Sing Gawe Urip kalo kata si 'mbah. Jadi hidup harus dinikmati sekalipun itu pahit, diisi dengan ibadah, impian, kasih sayang, tawa, canda, cinta dan masih banyak hal positif lainnya.

Bicara tentang cinta, Cepot si gadis remaja ini punya kisahnya sendiri. Mungkin semacam pementasan singkatnya. Katakanlah Sang Pencipta sebagai dalangnya, ia yang punya kuasa untuk membuat cerita kehidupan sang Cepot. Cepot sang wayang hanya bisa ikut alur. Tapi.. Ada tapinya, bukan berarti Cepot hanya pasrah dan tidak berusaha untuk mengubah cerita sang Dalang. Bukan Cepot namanya kalo pantang menyerah.

Cepot, si gadis remaja tidak pernah menyangka bahwa dirinya bisa dikagumi oleh orang lain, lawan jenis tepatnya. Ia tidak pernah berfikir, di usianya ia akan dicintai oleh orang lain, selain keluarga dan sahabat nya. Terlalu dini memang untuk bicara cinta, tapi mau apa lagi? Ini cerita yang dibuat sang Dalang dan ini perasaan yang umum dimiliki oleh remaja seumurnya.

Singkat cerita. Waktu itu Cepot duduk di bangku kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP). SMP adalah tempat dimana Cepot mengenalnya, tempat pertama ia dapatkan Cinta Pertama nya, percaya atau tidak Cepot 'ndak tahu arti cinta yang sebenernya itu apa. Tapi Cepot selalu ingin tahu, alias kepo. Atas dasar ke'ingin tahu'an nya Cepot diperkenalkan dengan Pinokio oleh sang Dalang. Tokoh boneka kayu yang sangat terkenal. Pinokio adalah tokoh protagonis yang pertama kali dimuat di novel anak-anak karya Carlo Collodi penulis asal Italia pada tahun 1883 yang berjudul The Adventures of Pinocchio. Sesuai dengan karakter yang ada di novel tersebut, Pinokio yang Dalang perkenalkan dengan Cepot ini pun sama. Ia pribadi yang sangat baik, pintar, rajin, sayang pada orangtua nya, dan berpenampilan menarik, tapi Pinokio yang ini gak suka bohong kok haha.

Cepot tidak tahu menahu apa tujuan dan alasan Sang Dalang memperkenalkan ia pada Pinokio ini, remaja laki laki yang baik pribadinya. Cepot ikut alur cerita Sang Dalang, Cepot nurut. Pentas wayang yang dibuat oleh Sang Dalang untuk Cepot dimulai dengan perkenalan mereka berdua(baca : Cepot dan Pinokio) 'ntah angin apa yang membuat mereka berdua bisa kenal dan semakin dekat. Awalnya mereka benar benar tidak mengenali satu sama lain. Tapi karena sifat kepo si Cepot akhirnya mereka berkenalan dan semakin dekat hingga akhirnya timbul rasa 'tertarik' akan satu sama lain. Ketertarikan Cepot terhadap pribadi Pinokio yang baik berubah jadi rasa 'suka'. Sama hal nya dengan Pinokio, sifat Cepot yang periang menjadikan hal yang selalu ia rindukan, menjadikan ketertarikan nya terhadap Cepot berubah menjadi rasa 'suka' yang semakin mendalam. Semua rasa suka mereka berubah, kian hari rasa suka mereka tumbuh menjadi rasa 'ingin saling memiliki', rasa tersebut tumbuh di hati keduanya..
Tumbuh, semakin tumbuh. Rasa itu tumbuh menjadi rasa 'sayang'. Cepot pun masih 'ndak tahu menahu tujuan Dalang menimbulkan rasa sayang terhadap Pinokio.

Hari berganti, sekarang Pinokio memanggil Cepot dengan sebutan baru, nama kecil yang sangat berarti untuk Cepot.
Pacar atau Kekasih, 'ntah lah. Menjadi remaja adalah hal yang sangat indah. Jujur. Dan lebih indah saat kamu mengetahui bahwa ada orang lain yang sayang padamu selain orangtua dan sahabatmu. Cepot sangat bahagia mendapatkan Pinokio sebagai kekasihnya, sama hal nya dengan Pinokio ia juga bahagia bisa memiliki Cepot. Ia selalu bilang pada Cepot jika ia menyayanginya, dan akan selalu menyayanginya selama yang ia bisa. Kebahagiaan menemani mereka berdua, membalut masa remaja mereka dengan cinta. Membuat momen indah bersama, melakukan segala hal bersama, belajar bersama, bermain bersama, melewati indah nya waktu bersama. Namun 'tak ada kisah cinta yang luput dari air mata. Tidak jarang terjadi pertengkaran kecil diantara mereka, jiwa dan emosi mereka yang masih labil dan childish menimbulkan konflik. Konflik yang terkadang membakar mata, sehingga panas rasanya mata ini, perih.. dan pada akhirnya jatuh bulir bulir air mata. Dan juga konflik yang menimbulkan bumbu yang membuat mereka malah saling menyayangai. Kisah cinta remaja yang penuh kenangan lucu terukir dibenak mereka masing masing, kebahagian yang seakan tak berujung. Cepot benar benar bahagia, begitu juga dengan Pinokio. Cepot merasa sangat beruntung dan berterimakasih kepada Sang Dalang karena Ia telah memperkenalkannya pada Pinokio. Memilikinya sebagai kekasih seakan daftar hadiah terindah yang pernah Dalang berikan pada Cepot, Cepot bersyukur terhadap skenario Sang Dalang..

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Sekarang mereka telah duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMA), sayangnya di skenario ini Dalang menempatkan mereka di Sekolah yang berbeda. Mungkin juga karena faktor Pinokio yang lebih pintar dari Cepot sehingga ia mendapatkan SMA yang lebih bagus. Namun keadaan terssebut tidak memutuskan hubungan mereka begitu saja, mereka masih menjadi kekasih. Dua remaja ini memperjuangkan cinta remaja mereka. Mereka mulai belajar untuk saling percaya, saling dewasa, saling mengerti. Namun proses belajar itu tak semulus yang kita kira, pasti ada cek cok diantaranya. Mereka belajar untuk mengerti satu sama lain, perbedaan jadwal sekolah juga menjadi salah satu timbulnya masalah anatara mereka. Namun semuanya 'masih'  bisa diatasi.

Hingga suatu saat..
Timbul rasa bosan di hati Pinokio, 'ntah darimana asalnya. Hanya muncul beigitu saja. Seiring dengan perasaan tersebut timbul tokoh tokoh baru diantara mereka, yang pasti keadaan tidak seperti dulu lagi. Hingga suatu hari Pinokio memutuskan 'hubungan' mereka.
Bukan, ini bukan salah Pinokio ataupun tokoh tokoh baru tersebut yang tak mau ku sebutkan(kali ini aku berperan sebagai Cepot, bukan penonton). Bukan juga salah ku, atau waktu, bukan salah tokoh-tokoh wayang baru tersebut yang masuk ke hati Pinokio di saat yang tepat. Ya, bukan salah siapapun. Singkat, semua ini terasa amat sangat singkat. Bahkan aku masih tidak percaya hingga saat ini. Tapi inilah kenyataannya.
Sulit..
Amat sangat sulit untuk percaya bahwa pentas kita(Pinokio & Cepot) harus berakhir sampai disini saja. Padahal aku sudah menyiapkan seribu mimpi yang akan kita raih bersama, seribu tekad yang kubuat untuk terus bersamamu memperjuangkan semuanya, seribu persen keyakinan bahwa kita akan terus bersama, bersama jalani hidup, bersama meraih kesuksesan, bersama memulai kehidupan yang sebenarnya, bersama hingga menutup mata untuk selamanya.
Namun ini kenyataanya, kamu lebih memilih pergi dibanding berjuang dan tinggal. Aku tidak menyalahkan mu atau siapapun, aku tahu bahwa cinta tidak dapat dipaksakan. Namun butuh proses yang cukup lama untuk menerima semuanya, menerima bahwa kamu bukan milikku lagi, menerima bahwa perhatian yang kamu beri bukan untukku lagi, menerima bahwa sekarang aku harus membangun mimpi ku sendiri. Dan yang pasti, aku butuh proses untuk menyembuhkan luka hatiku.

Yang aku tahu cinta itu dipilih bukan memilih, kini kamu telah dipilih oleh tokoh lain. Hati mu yang dipilih oleh tokoh itu, dan hati tokoh tersebut pun sudah dipilih oleh kamu. Kini kita memiliki pentas dengan cerita masing masing, namun bukan berarti kita berubah menjadi orang asing.. kita tetap teman bukan?
Aku percaya bahwa Sang Dalang memiliki cerita terbaik yang pernah ada untuk masing masing dari kita, disetiap ceritaNya pasti ada pelajaran hidup yang patut kita ambil. Aku juga percaya ini semua kuasaNya, mungkin saja Sang Dalang melakukan semua ini untuk membuat ceritanya lebih 'greget' who knows?
Jika memanng kita ditakdirkan bersama, mungkin Sang Dalang sedang meminjamkan kamu ke tokoh lain itu untuk melengkapi pentasnya. Atau mungkin saja kamu yang telah dipinjamkan oleh Sang Dalang untukku, untuk melengkapi pentas ku. Mungkin suatu saat kita akan meneruskan kisah kita di pentas yang baru, yang sudah dibuat olehNya dan atas kehendakNya. Atau mungkin saja suatu saat aku membantumu dengan kisah barumu, di pentas yang baru dengannya sebagai sahabat karibmu.

Terimakasih sudah menjadi bagian dari kisah ku, terimakasiih Dalang Engkau telah mempertemukan ku dengannya. Sukses dengan pentas yang sedang kamu jalani sekarang, tetap jadi Pinokio yang baik kepunyaan Dalang ya,

Salam sayang Cepot:)

Comments

Popular Posts