Surat Bahagia untuk Jetpack!

mengalahkan emosi menjadi salah satu hal tersulit untuk dilakukan.

Aku pun merasa terkadang emosi yang selalu mengalahkanku. Rasa sakit hati adalah faktor utama kemenangan-kemenangan emosi. Kebohongan kebohongan yang kamu ukir membuat emosi ku semakin menjadi-jadi, mengapa kamu harus mengukir kebohongan itu? hanya demi untuk menyingkirkan aku dari kehidupan mu? Mengingat ucapan manis dari mu membuat aku ingin melemparkan 1000 gunung ke wajahmu.  Tapi,

aku diam. Tak ada gunanya aku emosi, menghabiskan tenaga ku saja.. menguras air mataku saja.. menambah beban fikiranku saja..
dulu pun kita pernah saling sayang bukan? untuk apa aku membenci mu. Mengingat kesalahan yang kamu perbuat adalah gembok permanen yang membuat aku jauh dari kesuksesan. Memaafkan dan mengikhlaskan adalah kunci utamanya, 
aku harus membuka gembok permanen itu dari hidup ku. Mencoba membuka gerbang kehidupan baru. Gerbang yang telah Ia siapkan untukku. Banyak gerbang lain yang harus ku buka, banyak pelajaran hidup lain yang harus ku terima, hidup berjalan.. begitu juga dengan aku. Aku harus terus berjalan ke depan..terus mendayung  agar kapal ku tidak terbawa hanyut oleh arus kehidupan. Aku nakodah nya, aku yang harus mengendalikan kapal kehidupan ku agar dapat berjalan seiring dengan arus kehidupan. Aku harus terus berjalan.

Jika ku ulas mundur kisah kita, Kuingat satu hal, pertemuan kita yang tak pernah kita rencanakan, berbuah manis namun..

berampas pahit. Tapi untuk apa aku simpan ampas nya? buang saja lah.




: Everything happens for a reason, even if we dont always understand the reasons. ALLAH is the BEST of Planners

Allah mempertemukan kita, mempersatukan kita, dan kemudian memisahkan kita, semua itu adalah rencanaNya. Rencana terbaikNya. Aku sangat berterimakasih kepada Nya, karena atas izinnya kita pernah saling menyayangi. Dan atas kehendaknya Ia memutuskan untuk memisahkan kita. Aku melepas mu bukan karena aku berhenti memperjuangkan mu namun karena aku ingin bertemu dengan mu ketika waktu nya sudah tepat. Waktu yang telah Ia rencanakan. Aku percaya atas segala rencana yang telah Ia buat. Aku percaya bahwa Ia akan menuntun aku dan kamu ke jalan yang seharusnya. Aku tak pernah berfikir bahwa kisah kita sesingkat ini, aku menyiapkan seribu rencana untuk terus bersama mu selama mungkin, namun Allah punya rencana yang lebih baik.

" When you favor your relationship with Allah over others', Allah will bless you with the right people in the right time."

Aku ingin kita dekat, sedekat matahari dengan bumi. Aku ingin kita berada di jarak yang sudah Allah tentukan, agar aku atapaun kamu takbisa menyakiti satu sama lain. Aku ingin kita terus bertegur sapa dalam doa. Aku ingin kita bisa semakin mendekat nantinya, dengan cara kembali mendekatkan diri padaNya. 
Semoga di waktu yang tepat nanti Allah akan mempertemukan kita kembali, dan semoga Allah mempertemuka kamu dengan orang yang tepat di waktu yang tepat.


Selamat berbahagia, Jetpack!

Comments

Popular Posts