Sepasang Sepatu
"Kita
adalah sepasang sepatu..
Selalu
bersama tak bisa bersatu.”
awal dari sebuah kisah lucu di akhir masa SMA. Menyimpan tawa dan canda bahkan tangis dan air mata yang selalu berdampingan hadirnya. Berdampingan layaknya sepasang sepatu.
aku tak pandai dalam hal cinta, aku hanya sering mendengar kisah cinta. bahkan kadang gagal.
ingat gak? waktu kamu bilang
"Dasar cewek ga peka" 16:25 WIB.
memang betul, aku bukan seorang cewek yang peka.
tapi yang harus kamu tau,
kadang ada waktunya kita harus sadar bahwa gak semua hal bisa bersatu, melainkan hanya sebatas berdampingan atau bersama.
”Ku senang
bila diajak berlari kencang..
Tapi aku takut kamu kelelahan.”
Tapi aku takut kamu kelelahan.”
aku senang ketika kita berdampingan, segala hal yang kita lakukan menjadi menyenangkan,
aku senang ketika kita bersama segala sesuatunya bisa jadi bahan tertawaan,
aku senang ketika kamu dan petikan gitar mu mengiringi hariku,
aku senang ketika kamu berlari mengejar ku hanya untuk bersatu,
namun
ada rasa takut jika suatu hari nanti rasa lelah akan menghampiri mu,
dan kamu pergi tanpa mengucap selamat tinggal.
dan kurasa hari itu adalah hari ini.
"Ku tak
masalah bila terkena hujan..
Tapi aku takut kamu kedinginan.”
Tapi aku takut kamu kedinginan.”
hujan yang ku maksud bukan hujan beneran, bukan hujan air,
tapi hujan di hati, hujan air mata.
dari awal aku gak pernah berfikiran kalo 'kita' akan sedekat ini, ya. Sedekat sepatu.
tapi, sedekat dekatnya sepatu mereka gak bisa bersatu bukan?
segala hal yang berurusan sama perasaan dan cinta pasti gak pernah luput dari air mata.
begitu pula dengan 'kita'
aku tidak pernah mempermasalahkan seberapa banyak air mata yang akan menetes melewati pipi ini, aku hanya takut,
takut,
ketika kamu sudah lelah berlari, kamu berubah. kamu bukan kamu. kamu bukan sepatu nyaman nan hangat yang selalu bersama ku dulu. melainkan sepatu dingin yang ingin pergi.
meninggalkan sekotak cerita yang sudah kita bangun bersama.
“Kita
sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa..”
Tapi tak bisa apa-apa..”
bukan. bukan sia sia, aku emang gak peka. tapi masih ada sahabat dan teman aku yang bikin aku peka kalo selama ini kamu berlari hanya untuk bersatu. aku sadar kok akhirnya. tapi aku bisa apa?
"Allah is the best scriptwriter " 19:44WIB -pesan dari seorang sahabat.
segala sesuatunya aku serahkan padaNya. sebesar apapun usahaku dan segigih apapun perjuanganku ketia Ia berkata tidak, maka tidak.
namun, ketika Ia memberikan jalan dan ridhoNya..
maka pasti akan ada jalan untuk sepasang sepatu seperti kita untuk..
bersatu.
“Cinta
memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu.”
Mungkin tak semua bisa bersatu.”
mungkin. 'kita' adalah satu dari milyaran pasang sepatu di bumi ini yang tak bisa bersatu,
untuk waktu yang tidak ditentukan.
tapi yang harus kamu tahu, bahwa cinta itu punya banyak bentuk. cinta terhadap keluarga, cinta terhadap sahabat, cinta terhadap teman,
mungkin kita emang gak bisa bersatu.
namun kita masih bisa kan bersama layaknya sahabat?
timur jakarta, 20 desember 2014
tertanda, bilkis -sepatu kanan.

Comments
Post a Comment